Artikel

16 July 2020

Awas Salah Pilih, Inilah 5 Kemasan Minyak Goreng yang Laris di Pasaran

Bagi anda pelaku usaha minyak goreng mungkin sudah mendengar tentang wacana pemerintah yang mewajibkan penjualan minyak goreng dalam bentuk kemasan. Bukan tanpa alasan, aturan ini dirasa akan efektif dalam mengurangi minyak goreng kualitas rendah yang beredar di kalangan masyarakat. Namun kebijakan ini memang tidak bisa diterapkan langsung, menurut Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pelaku usaha minyak goreng. Dan juga diperlukan dana insentif untuk penyediaan mesin pengemas minyak goreng.

Dalam hitungan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), program minyak goreng kemasan butuh dukungan 1.522 mesin pengemasan di 140 lokasi kabupaten dan kota. Untuk mesin pengemas di Jawa terdiri atas 5–6 line, luar jawa 3 line. Hal ini dikarenakan di Jawa konsumsi minyak goreng termasuk besar, 60 persen dari konsumsi nasional dan mencegah terjadinya inflasi harga. (Sumber:jppn.com)

Walau kebijakan ini sendiri sepertinya akan tertunda mengingat pandemic covid-19, tidak ada salahnya bagi para pelaku usaha minyak untuk mulai menyiapkan dana dan merencanakan pengemasan produk minyak goreng. Selain itu, kemasan yang baik dan menarik akan menambah kepercayaan konsumen pada produk kita.

Jadi apa saja jenis-jenis kemasan untuk minyak goreng, dan kemasan mana yang cocok untuk usaha anda? Simak penjelasannya dibawah:

  1. Standing Pouch

    Bentuk kemasannya yang tidak terlalu memakan tempat seperti dirigen atau botol, namun tetap memiliki isi yang banyak membuat standing pouch sangat diminati oleh konsumen. Bagi para produsen minyak goreng, pengemasan standing pouch pun terbilang murah dan mudah serta dapat menampilkan merek dagang secara maksimal.  Biasa dibuat dalam ukuran 1-2 liter. Cocok untuk segmen pasar masyarakat di pedesaan, kota dan toko-toko retail.
  2. Botol

    Kelebihan dari kemasan botol adalah dapat ditutup kembali, sehingga minyak lebih bersih dan aman untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu kemasan botol yang biasanya terbuat dari plastic PET atau PETE (polyethylene terephthalate) dapat didaur ulang. Namun ada beberapa konsumen yang masih sering menggunakan botol kemasan sebagai wadah isi ulang minyak. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi produsen untuk melabeli kemasan botol untuk satu kali pakai, karena pemakaian berulang akan berbahaya bagi kesehatan pelanggan. Karena bahan kimia di dalam plastik dapat bercampur dengan minyak jika digunakan terlalu lama. Biasa dikemas dalam ukuran 600-1,000 ml. Cocok untuk segmen pasar masyarakat di pedesaan, kota dan toko-toko retail.
  3. Dirigen

    Bentuk dirigen dapat menampung minyak goreng dalam jumlah besar, kemasan ini cocok untuk pelaku industri makanan yang membutuhkan konsumsi minyak besar. Ukuran kemasan 5 liter. Bila anda memiliki relasi atau lingkungan dengan banyak industri dan UMKM makanan, bisa mencoba mengemas minyak dengan dirigen.
  4. Bantal


    Biasanya kemasan bantal digunakan untuk segmen pasar menengah ke bawah, seperti toko kelontong, grosir, dan pasar-pasar tradisional, karena harganya yang terjangkau. Untuk mesin pengemas jenis bantal pun lebih murah dibanding kemasan lainnya.
  5. Cup


    Sama seperti kemasan bantal, kemasan cup digunakan untuk menyasar segmen pasar menengah kebawah. Dengan ukuran 200-250ml, kemasan jenis cup cukup praktis dan ekonomis. Masih banyak pelanggan yang membeli kemasan cup

Itulah 5 jenis kemasan untuk minyak goreng yang biasa beredar di pasaran. Dengan semakin banyaknya produsen minyak goreng, persaingan di pasar pun semakin ketat. Pilihlah kemasan yang cocok dengan segmen pasar anda, dan berikan pengemasan yang menarik dan kuat dengan menggunakan mesin pengemas minyak Gen Packaging.

Kami menyediakan mesin pengemas untuk semua kebutuhan produk anda. Jika berminat, silahkan hubungi customer service kami. Beli sekarang dan dapatkan penawaran khusu untuk roll plastik kemasannya.

Artikel
Avatar
About Mesin Kemas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *